Skala Nilai TKA 2026: 0–100 untuk SD/SMP, 200–800 untuk SMA/SMK
Banyak siswa dan orang tua bertanya: berapa nilai TKA yang dianggap bagus? Jawabannya tidak sesederhana "di atas 75", karena skala nilai TKA berbeda antar jenjang.
Dua skala yang berbeda
| Jenjang | Rentang nilai | Batas kategori Istimewa |
|---|---|---|
| SD / MI | 0 – 100 | 95,00 |
| SMP / MTs | 0 – 100 | 95,00 |
| SMA / MA / SMK | 200 – 800 | 725,00 |
Perhatikan baris terakhir. Pada jenjang SMA/MA/SMK nilai tidak dimulai dari nol. Nilai terendah yang mungkin diperoleh adalah 200, dan tertinggi 800. Jadi nilai 400 bukan berarti "separuh benar" — titik tengah rentang justru ada di angka 500.
Empat kategori capaian
Hasil TKA tidak hanya berupa angka, tetapi juga kategori. Ada empat tingkat, dari yang terendah: Kurang, Memadai, Baik, dan Istimewa. Kategori ini yang biasanya dibaca lebih dulu oleh sekolah maupun perguruan tinggi, karena langsung menjelaskan posisi siswa tanpa perlu membandingkan angka antar jenjang.
Kenapa skalanya dibedakan?
Skala 200–800 memberi ruang pembeda yang lebih halus. Pada skala 0–100, dua siswa dengan kemampuan cukup berbeda bisa sama-sama mendapat 82. Pada skala 200–800, selisih kemampuan yang sama akan tampak sebagai selisih puluhan poin. Untuk jenjang SMA yang nilainya dipakai dalam seleksi masuk perguruan tinggi, kemampuan membedakan ini penting.
Cara membaca nilai latihan Anda
Saat berlatih, jangan langsung menghitung nilai skala. Yang lebih berguna dipantau adalah persentase jawaban benar per mata pelajaran. Dari situ Anda tahu mana yang perlu ditambah jamnya. Aplikasi Guru Pribadiku Pintar menampilkan keduanya — persentase per mapel dan perkiraan kategori — setiap kali satu paket selesai dikerjakan.
Yang sering disalahpahami
- "Nilai 300 berarti gagal." Tidak ada istilah lulus atau tidak lulus dalam TKA. Yang ada adalah kategori capaian.
- "Nilai SD dan SMA bisa dibandingkan." Tidak bisa. Skalanya berbeda; 90 di SD tidak setara 90 di SMA karena skala SMA dimulai dari 200.
- "Kalau semua benar pasti 800." Nilai akhir memakai penskalaan, bukan sekadar jumlah benar dikali bobot tetap.
Untuk memastikan ketentuan terbaru, selalu rujuk pengumuman resmi dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen — bukan dari pesan berantai di grup.